hadapi cobaan atau mengasingkan diri????????????

pikiran-pikiran sempit dan singkat akhir2 ini hinggap dikapalaku karena berbagai faktor,,, kebahagiaan kehidupan yang aku impikan justru kini menjadi bumerang dalam hidupku, tak ada yang aku sesalkan semua yang telah terjadi namun lambat laun hati ini selalu merasakan tusukan sembilu, “istilah maju kena mundurpun kena” kini selalu mengiringi setiap langkahku, aku ingin pergi dari tempat ini, dari tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan, tempat dimana aku mengenal semuanya, namun akupun tak bisa meninggalkan kedua orang tua yang sangat aku cintai hanya karena masalah yang rumit ini, tapi jika kau tak pergi dari tempat ini, itu sama saja mencoreng muka dan kehormatan keluargaku……

ya Alloh….. aku ini hina dan kotor, masih pantaskah aku mengharapkan sesuatu dariMU yang maha suci….

ya Alloh….. aku ini bejat, hanya saja mereka tak tau kebejatanku, namun sepandai-pandainya aku menyimpan semua ini dari mereka, lambat laun merekapun pasti mengetahui hal ini, namun sebelum semua itu terjadi, aku lebih memilih untuk pergi meninggalkan kedua orang tuaku untuk sementara sampai akupun benar2 bisa menyelesaikan semua masalah ini meskipun sendirian……

ya Alloh…… aku sangat mencintainya namun semakin dalam rasa cinta ini, semakin aku jauh dariMU, semakin dalam pula luka tusukan dihati ini, mengapa Kau hadirkan dia? meskipun aku tau dia sangat mencintaiku namun aku tak ingin menjadi beban dalam hidupnya.

kau tau teman? apa beban yang ada dipundakku ini?

ah….. aku rasa kalian tak harus tau, yang jelas aku ingin pergi ketempat dimana aku bisa menenangkan diri dan tak ada seorangpun yang kenal dan mengenaliku, aku ingin pergi kesebuah pesantren kecil diperkampungan yang masih alami, aku melewati hari2ku dengan menjadi diri-sendiri, mengamalkan apa yang telah aku dapatkan disekolah dan perguruan tinggi yang sedang aku jalani…..

teman…. apakah kau bisa membantuku?

adakah tempat seperti yang telah aku gambarkan tadi? kalo memang ada tolong hubungi aku via blog ini, karena aku tak mau seorangpun tau akan rencanaku ini kecuali orang yang membaca blog ini……

thanks a lot kawan………………

“Sesuatu itu muncul dari ketiadaan” versus “tak ada asap jika tak ada api”?

“Sesuatu itu muncul dari ketiadaan” versus “tak ada asap jika tak ada api”?
Seperti orang yang tak percaya dengan adanya tuhan, Juga Sama halnya ketika orang-orang tak percaya akan adanya mahkluk selain yang ada dibumi, misalnya ALIEN yang sering kita sebut sebagai mahkluk luar angkasa atau makhluk lain didasar laut yang paling dalam, yang meskipun zaman telah maju dan teknologi makin canggih tetap saja tidak bisa menjamah kedalaman laut tersebut sehingga manusia tak mengetahui jika ada mahkluk lain yang tercipta dari ketiadaan tersebut?
Coba pikirkan secara seksama, ketika daging membusuk, maka akan ada ulat yang tumbuh dari daging tersebut dan menggerogotinya padahal awalnya hanya sepotong daging, apakah anda bisa menjelaskan hal itu? Yupz! Anda benar… ulat itu ada dari ketiadaan…
Adakah kalian berpikir, kemana perginya pesawat adam air yang hilang? Sebenarnya tidak rasional jika diktakan tenggelam karena tak ada bukti, memang ada bukti sayap pesawat namun saya piker itu hanya sebagai tanda bahwa mereka memang hilang dinegeri “antah berantah”, kejadian inipun bukan hanya terjadi sekali, dulu ditahun yang saya lupa tepatnya pada tahun berapa, ada pesawat yang hilang tanpa ada jejak sedikitpun, yang sekarang sudah mulai terlupakan seperti adam air yang peristiwanya mulai terlupakan tanpa menemukan titik temu yang jelas. Menurut kalian adakah negeri antah berantah tersebut?
Saya belum bisa membuktikan bahwa ALIEN atau negeri antah berantah itu ada namun saya meyakini bahwa mereka memang ada, mungkin Alloh menciptakan mereka sejenis syetan, jin, api atau bisa juga dari tanah, sama halnya seperti manusia yang mempunyai dunianya masing-masing, mereka juga mempunyai dunia tersendiri yang tercipta untuk mereka. Kita kembalikan semuanya pada Alloh sang maha pencipta. waalohu a’lam…..
Kita berfikir sama-sama lagi, ini tentang nyamuk, menurut kita nyamuk adalah hal yang sepele, namun coba kita pikirkan, semakin banyak obat pengusir nyamuk atau pembasmi nyamuk, semakin ganas pula nyamuk tersebut menggigit kita, bahkan semakin banyak berkembang biak, padahal jika kita tak memakai obat nyamuk dari awal, nyamuk tersebut tak akan seganas itu, kita bisa menarik kesimpulan, bahwa nyamuk semakin pintar dan manusialah yang membuat mereka pintar, nyamuk semakin ganas dan tak mempan untuk dibasmi Karena mereka justru mendapatkan kekebalan dari obat tersebut. Sepemikirankah kalian denganku?
Aku bukanlah seorang ilmuan atau pakar ilmu-ilmu lainnya, namun jika kita merenung sesaat tentang hal yang paling sepele disekitar kita, kita akan menemukan hal-hal lain diluar dugaan kita dan tak akan pernah terpikir sebelumnya oleh kita. Awalilah perenunganmu dengan istilah “tak ada asap jika tak ada api”, karena itu lebih mudah untuk direnungi daripada mengawalinya dengan “ada dari ketiadaan”, namun jika memang asap itu ada dari ketiadaannya api maka hal itu memang ada dari ketiadaan, contoh tentang nyamuk adalah contoh dari “tak ada asap jika tak ada api”, namun ulat dan ALIEN (jika benar adanya) akan menjadi contoh dari “ada dari ketiadaan”.
Para ilmuwan menemukan semua teori mereka sebagian besar karena awalnya dari sebuah perenungan, eitsss!!! Merenung tak sama dengan menghayal ya bapak- bapak, ibu-ibu, kakak-kakak, dan adik-adik. Itu jika halnya ingin menemukan sebuah hal diluar dugaan kita, lain lagi halnya jika kita ingin meraih sesuatu yaitu dengan bermimpi (saya sarankan untuk membaca maryamah karpov karya Andrea Hirata), ia bisa mencapai apa yang jadi cita-citanya hanya dengan bermimpi, itu hal yang utama dan yang kedua adalah keyakinan disertai usaha atau kerja keras.
Tapi tak baik pula jika kita terus merenung karena ada saatnya memenuhi hak otak untuk beristirahat, mulailah dengan hal yang paling kecil, sepele dan paling dekat dengan pandangan kita, yang kesemuanya harus dengan logika yang bisa dipertanggung jawabkan.

Aku….. yang tak berharga dan tak bernilai……

lagi-lagi kenyataanlah yang membuatku sadar akan semua kekeliruanku menganggap sesuatu….. yah…. sesuatu yang telah membuatku salah mengartikan sebuah perasaan yang semestinya tak hadir dalam hati ini, namun ketika rasa itu aku anggap sebuah anugrah dari Alloh maka kubiarkan rasa itu tumbuh alami seiring berjalannya waktu dan waktu sendirilah yang mengungkap semuanya, perasaan yang tumbuh alami takkan hilang meskipun dipaksakan dengan berbagai cara kecuali akan hilang secara alami pula, namun menunggu hilangnya rasa itu dengan cara alami pun sangat menyiksa dan menyita banyak perhatian yang seharusnya untuk hal yang positif dan berguna menjadi hal yang sia-sia…

aku….. bahkan tak menganggap diri ini lebih berguna dari pada satu tetes air, aku pun tak menganggap diri ini lebih suci dari perempuan jalang, aku tak lebih pintar dari seorang idiot……

entah apa ungkapan yang pantas untuk diri ini… namun satu yang pasti, aku tak mau diri ini menjadi orang yang merugi….

Alloh….. ampunanMU ternyata lebih besar dari samudra dosaku, itulah satu-satunya harapanku untuk terus menjadi lebih baik….. kasih dan sayangMU selalu aku rasakan ketika aku tersadar oleh kenyataan….

Alloh….. Engkaulah satu-satunya yang selalu ada ketika yang lain pergi, bahkan ketika aku lupa Kau tetap selalu ada untukku……

aku….. yang tak lebih berharga dari satu tetes air…….

mengikuti mitos dengan logika…

“neng… jangan duduk dekat pintu, ntar yang ngelamar balik lagi lho…”, nah loh??????????? apa hubungannya? yah! itulah mitos yang dulu sempat jadi senjata paling ampuh untuk melarang remaja putri duduk dipintu, pasalnya remaja putri jaman dulu paling takut jika harus jadi perawan tua atau istilah kasarnya “ga’ laku”, namun jika kita berpikir dengan memnggunakan logika, duduk dipintu memang sangat mengganggu aktifitas orang yang lalu lalang keluar masuk, karena tempat keluar masuknya seseorang itu memang harus lewat pintu dan itu lumrahnya, kalo masuk lewat jendela ntar dikira maling lagi hehehe……

“de, kalo mau tidur, kasurnya dirapihin dan dibersihin dulu pake sapu lidi biar setannya pada pergi”, busyet dech!!! emang setan takut ama sapu lidi ya? hehehehe….

eits!!! jangan salah loh… itu mitos ada baiknya kita ikutin juga lho, logikanya…. memang orang tua jaman dahulu kalo mau ngberesin n ngebersihin kasur pake lidi, intinya jika dalam seharian kasur ga ditempatin, takutnya banyak binatang-binatang kecil yang nyasar, ada juga binatang yang senengnya dilipatan-lipatan kasur seperti…. apa ya? oh iya… tumbila (bentuknya seperti hama padi yang berwarna hitam tapi agak kecilan, baunya lumayan tengik, kalo ngegigit bisa bikin badan kita gatal2), ada juga binatang seperti cacing tapi ukurannya kecil, kalo dibunuh darahnya berwarna seperti tinta emas, apa ya namanya? da yang tau ga?  tapi kalo oarng desa biasa manggilnya “lenai” nah loh? pada tau ga nih?

banyak hal-hal mitos yang sebenarnya masuk akal, bahkan sebenarnya semua mitos itu bisa jadi masuk akal, hanya saja orang tua jaman dahulu tidak pandai melogikakan sesuatu untuk memberikan pengertian terhadap anak-anak mereka toh anak-anak jaman dahulu masih manut dan nurut meskipun sebenarnya mereka ga ngerti dengan mitos tersebut mereka ga berusaha buat mencari kebenarannya, lain halnya dengan anak-anak jaman sekarang, bandelnya dalam istilah sunda mah “kabina-bina teing” hehehehe….

tapi meskipun bandel, mereka sudah bisa melogikakan suatu mitos itu dengan kebenaran yang ada dibalik mitos itu sendiri, nah….. apa salahnya kita mengikuti mitos dengan menggunakan logika?? yang tentu saja mitos itu masih dalam kewajaran yang masuk akal…

ada lagi nih…..

katanya…. masih katanya nih, kalo kita mau ngelewatin jembatan, kita harus membunyikan klakson dulu, kayak difilm “terowongan casablanca” itu lho…. padahal aku juga ga tau tuh filmnya kayak gmn coz ga nonton sich hehehehe………. terus juga, kita ga boleh melamun dibawah pohon or di atas batu n ga boleh iseng dirumah yang tak berpenghuni…. hiiiiiiiiii serem juga ya??????/ tapi!!!! jangan jadi penakut dulu sebelum kita berfikir kenapa anggapan seperti itu selalu ada dilingkungan masyarakat kita yang katanya udah dibilang masyarakat yang maju…..

sekarang mari kita gunakan logika kita sebagai manusia yang mempunyai akal dan kecerdasan, pada dasarnya… syetan atau jin sekalipun sama seperti hal nya manusia, kehidupan mereka dan kehidupan kita sama, bedanya mereka tidakl bisa terlihat dengan kasat mata dan tak akan mati hingga kiamat tiba, namun dalam kehidupan mereka, sama seperti kita, mereka berpasangan, melahirkan, tidur, makan dan minum namun apa yang mereka makan dan minum persisnya kita tidak tau, setan atau jin senang tinggal dirumah yang kosong tak berpenghuni, dibebatuan, pepohonan, bahkan seperti kebanyakn anak muda jaman sekarang…. mereka senang nongkrong dijembatan, itu penjelasan yang pernah saya baca dalam sebuah buku diperpustakaan daerah, tapi saya lupa judulnya apa? hehehe…..

ada yang perlu kita garis bawahi disini, dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwasannya syetan tak bisa mengganggu or membunuh manusia, mereka hanya bisa menyesatkan manusai untuk selalu berbuat maksiat seperti menyesatkan manusia gar mebninggalkna sholat, puasa dan agar manusia terbiasa dengan zina seperti yang nampak pada jaman sekarang ini, adapun yang sering mengganggu kita itu adalah jin, jin persisnya mempunyai sifat seperti manusia, ada yang jahil dan ada pula yang baik, yang sering kita sebut jin islam dan jin kafir, nah…. sekarang kita bisa menilai, bahwa yang selama ini mengganggu manusia itu adalah jin.

masalah penampakan yang selalu kita dengar itu, saya pikir itu adalah jin, dalam hal ini dalam buku yang pernah saya baca pula, bahwa tidak ada satupun manusai yang bisa melihat syetan atau jin tanpa seijin Alloh, dan Alloh juga memberikan beberapa kelebihan terhadap orang-orang tertentu yang Alloh kehendaki atau yang sering kita dengar “orang-orang yang mempunyai indra ke-enam”.

jika suatu saat kita melihat dalam istilah kita “kuntilanak, pocong atau sejenisnya”, mungkin pada saat itu Alloh menghendaki kita untuk melihat mereka, oiya….. satu lagi nih, katanya jin atau syetan takut dengan kaca…. nah loh!!! bener ga tuch?????? kalo menurut saya… mereka takut pada kaca karena muka mereka jelek jadi takut melihat wujud mereka sendiri depan kaca hehehehe…….

pada intinya, manusia adalah makhluk Alloh yang paling sempurna, yang kesemuanya harus selalu kita syukuri apapun keadaan kita.

wama kholaktul jinna wal insa illa liya’budun “…..

waAllohu a’lam bisshowab……

hikmah hari ini…..

beberapa hari terakhir ini…. banyak hal yang membuat aku berfikir lebih dalam tentang makna kehidupan yang sesungguhnya… dan ketika aku sadar… aku telah lalai…. aku adalah hambaNYA yang paling sombong, riya dan kufur… dikala ku butuhkan sandaran…. ku berlari mencari orang yang selama ini ku anggap tepat untuk dijadikan sandaran… ternyata tak ada satupun orang yang tau… disaat itula aku menjadi hamba yang paling sombong karena telah berpaling dariNYA…. padahal Dia lebih dekat dr urat nadiku…. kenapa aku sibuk mencari orang yang tak pasti sedangkan Dia selalu ada untuk hambaNYA yang sedang kesulitan?

ketika aku sadar bahwa sebaik2 tempat bersandar hanyalah Dia penggegam jiwaku…. perlahan aku mulai tenang dan bangkit kembali….

dikala aku menjadi seoarng yang rajin beribadah… disitulah riya dalam hatiku tumbuh… sehingga aku mulai melalaikan semuanya agar riya dalam hatiku memudar…..

dikala aku mendapatkan limpahan karuniaNYA…. disaat itulah aku menjadi lupa dan kufur…. semua kelemahan seorang hamba ada padaku… kini… izinkan aku bertaubat dijalanMU… dan bimbinglah aku dengan kasih sayangMU……

syukurku…..

disaat waktu berhenti….. kosong, dimensi membutakan mata…. akan telinga…. lalu diri menjadi hampa…

saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menangkal, sadarku akan hadirmu mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri……

sujudku… pun tak lagi memuaskan inginku untuk haturkan sembah sedalam kalbu….. adapun kusembahkan syukurku padaMU ya Alloh….. untuk nama, harta dan keluarga yang mencinta….. dan perjalanan yang sejauh ini tertempa….

alhamdulillah…. pilihan dan kesempatan yang membuat hamba mengerti lebih tentang makna diri…. semua lebih berarti apabila dihayati….

alhamdulillah….. alhamdulillah….. alhamdulillah……

sebuah fatamorgana

dunia bisa membuat seseorang lupa akan kefanaannya… pengalaman dan pemikiran seharusnya bisa menjadikan kita untuk lebih bijak……

aku adalah seorang gadis yang tersesat diantara kefanaan dunia dan kefanatikan akhirat….. apakah ini yg dinamakan keseimbangan hidup????????

aku sendiri tak yakin akan hal itu…. karena aku belum bisa menikmati keduanya….. mengalir seperti air ( sungai x heheheh….) itulah yg aku jalani sekarang dalam hidupku…. diselimuti dengan sedikit kesabaran dan pemikiran yg matang ( buah x he…he…he…) mengharap hikmah dan ridho dariNYA…….